Ini part tersulit juga. Revisit my childhood memories . .......................... *menghela nafas panjang* *minum seteguk air* ........................... Menyadari bahwa ada sosok kecil dalam diri ini yang masih merengek dan meronta-ronta adalah sebuah hal baru dalam perjalanan ini. Tapi, aku juga sempat menyesali kenapa baru sekarang aku menyadari keberadaannya? Walaupun sebenarnya engga perlu ada yg disesali, karena lagi-lagi Rabb-mu yang lebih tau kapan kamu siap untuk menyadarinya. Everything has a right time . Emosi di masa kecil yang belum tuntas dan kepingan-kepingan memori di masa itu yang menciptakan banyak tanya untuk orang dewasa ini... Apa ia cukup berharga? Anak kecil yang belum banyak tau tentang aturan dunia. Anak kecil yang masih butuh banyak bantuan untuk mengartikan semua perasaan dan pikiran-pikiran yang ada dalam dirinya. Namun, saat itu tidak ada yang membantunya. *** And now i'm 26. Aku kembali, melihat sosok anak itu dalam diriku. And i found mysel...
Mama dan Ayah mengalami masa-masa yang sulit. It is sooooo harrddd to be parents, even to be wife and husband. Setiap kita punya ego, setiap kita punya keinginan, setiap kita punya kebutuhan. Aku mencoba memahami sikap ayah dan mama dalam menjalani rumah tangga mereka. Aku mengerti banyak kesalahan disana. Tapi ini bukan waktunya lagi untuk menggali kesalahan-kesalahan itu. Dan seiring berjalannya waktu, semakin banyak kekeliruan mereka yang aku temukan, semakin aku mengasihani keduanya. Andai mereka meluangkan waktu untuk bicara dari hati ke hati, bukan dengan emosi tapi dengan rasa sayang, mungkin... Ah, sudahlah, memang harus terjadi seperti ini. Mungkin karena aku wanita, aku lebih memahami luka dan kesulitan apa yang mama alami selama ini. Sebagai gadis muda yang baru menikah dan tinggal bersama orang tuanya, pasti sulit untuk menyesuaikan diri dari semuanya. Ditambah lagi rahasia-rahasia kepribadian ayah yang keras dan egois yang baru bermunculan setelah mereka menikah. Ayah yang...