.....
Aku
masih ingat betul bagaimana situasinya saat itu. Sekitar
tahun 2011, aku sedang berjalan di lorong kelas bersama teman-temanku, di
lorong yang ramai karena bel istirahat baru berbunyi. Saat itu aku terhubung
dengan pikiranku, dengan diriku sendiri, dengan hatiku dan dengan Rabb-ku. Aku
berbisik dalam hati, „Jika suatu saat aku mencintai, menyayangi seseorang aku
ingin mencintai seseorang yang Allah pun menyetujuinya. Aku tidak ingin
mencintai seseorang yang Allah tidak ridho aku mencintainya.“ – lalu aku
melanjutkan lagi, „Jika suatu saat aku mencintai seseorang, aku ingin
terlebih dahulu mencintai diriku sendiri.“
Aku engga pernah menyangka
bahwa kata-kata itu menjadi titik awal dari perjalanan ini. Kalimat
ajaib yang mengawali perubahan diriku sampai detik ini. Celetukan dalam hati
yang di ijabah oleh Allah. Proses untuk mengenal diri sendiri, untuk mencintai diri sendiri, dan proses ini masih terus berlangsung. Proses yang sangat panjang.. Proses yang
begitu penuh dengan lika-liku. Banyak air mata, banyak amarah dan banyak
ketakutan yang aku temukan selama proses ini. It was the
beginning of this journey. My self discovery journey…
Mungkin
bagi sebagian orang, proses mengenal dan mencintai diri sendiri itu mudah. Atau
mungkin ada juga yang tidak perlu belajar untuk hal itu, karena mereka
sudah diajarkan bagaimana mencintai diri sendiri sejak kecil. Tidak ada masalah dalam
dirinya atau .. mungkin tidak menyadarinya? Anyway,
everybody has a their own struggle.
Aku
pikir-pikir lagi, aku berada pada perjalanan ini juga pasti ada maksud dari
Rabb-ku, dari Allah. Ada maksud besar dibalik perjalanan ini. Aku meyakini
bahwa saat itu, ketika aku entah mengapa bisa terkoneksi dengan diriku sendiri di
tengah keramaian dan berbicara seperti itu dalam hati, pasti Allah juga yang
membimbingnya. Allah ingin aku melalui proses ini…
Hari
ini aku menonton video ustad Nouman Ali Khan, salah satu ustad favorit karena
kecerdasannya mengenai tafsir Qur’an dan kaitannya dengan Psikologi manusia.
Dalam video yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia, beliau mengutip
ayat Qur’an, surat Taha: 7 : „Allah
mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi.“
Ustad
Nouman menjelaskan tafsir ayat tersebut :
Adakah
yang lebih tersembunyi daripada rahasia? Rahasia adalah sesuatu yang seseorang
simpan di dalam dirinya. Setidaknya orang itu tau. Tapi,
Allah tau tentang yang lebih tersembunyi dari itu. Yaitu tentang dirimu. Ada
bagian dari dirimu yang bahkan kamu tidak tau. Sesuatu yang tersimpan dalam
dirimu yang mempengaruhi kamu tentang bagaimana kamu berbicara, bersikap dan
berpikir. Allah lebih mengetahui kamu ketimbang dirimu sendiri.
Ketika kamu mengenal Allah, maka Allah akan membuatmu semakin sadar akan
dirimu sendiri dibandingkan sebelumnya. Hal-hal yang jauh di dalam dirimu yang
bahkan tidak kamu sadari. Kedekatan spritualmu dengan Allah akan memperbaiki
hal-hal itu. Kedekatanmu dengan Allah
akan memberimu kejelasan. Ada pepatah : „Man arafa rabbahu arafa nafsahu.“ Artinya
: „Barang siapa yang mengenal Tuhannya, niscaya dia akan mengenal dirinya
sendiri.“
Aku tertegun dan terenyuh
mendengar penjelasan dari ustad Nouman. Sebenarnya, sebab Allah menggiringku ke
dalam proses yang panjang ini adalah karena Allah ingin aku lebih mendekat
dengan Dia. Allah ingin aku lebih mengenalnya. Allah telah lama
mempersiapkannya. Dan akhir dari perjalanan ini adalah kepulanganku menuju
Rabb-ku. It’s not only a journey of knowing and loving my
self but it’s (actually) my spritual journey to my Creator J
Komentar
Posting Komentar