Langsung ke konten utama

#Sepenggalcerita : Do'a Mama

Duluu sekali,



ketika pertama kali aku memutuskankan untuk membenahi penampilanku dengan hijab, pernah terbesit di pikiranku, “Seandainya dulu mama sama ayah mewajibkan aku berkerudung dari kecil, mungkin ngga akan seberat ini untuk menyempurnakan hijabku.” Pernah ada sesal. Tapi kemudian bersyukur. Aku bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk akhirnya menyadari hal ini.

Selama empat tahun aku merantau ke Bandung dan disanalah perjalanan spiritualku dimulai. Aku seakan diasingkan dari keluargaku, teman-temanku dan dari 'habits' ku dulu untuk memulai langkah baru dengan pandangan baru, petualangan baru dan orang-orang baru. Aku seperti gelas kosong yang akan diisi dengan air sedikit demi sedikit.

Aku belajar banyak. Mindsetku mulai berubah. Cara pandangku tentang hidup ini juga berubah. Ilmu agama, ilmu tentang kehidupan aku dapatkan disana. Ilmu-ilmu yang mungkin tidak pernah kudapatkan dari mama dan ayah. Nasehat-nasehat yang mungkin juga tidak pernah diucapkan oleh mereka.

Lalu suatu hari, aku ngobrol sama mama. Aku baru aja membaca kisah tentang seorang pemuda yang hidup di zaman Rasulullah yang sangat sholeh. Ia hanya hidup bersama ibunya. Ibunya buta, sehingga hanya bergantung pada anak sematawayangnya. Suatu hari, sang anak meminta ijin untuk ikut berjihad bersama Rasulullah di medan perang, namun ibunya tidak merestui. Akan tetapi, sang anak tetap bersikeras ikut berjihad demi mendapat pahala jihad bersama Rasulullah. Ia berangkat berjihad tanpa adanya ridho ibunya. Lalu ibunya sangat sedih dan marah lalu berdo’a kepada Allah, berdoa agar anaknya celaka. Hatinya mungkin sangat terluka ketika anaknya tidak mengindahkan kata-katanya. Lalu benar saja anak itu pulang dengan keadaan yang sangat mengenaskan, penuh luka. Lalu hati ibunya menyesal dan berdo’a lagi kepada Allah untuk kesembuhan anaknya.

Lalu aku menceritakan kisah itu sama mama. Aku berkata pada mama, “Mah, do’akan yang baik-baik untukku yah. Do’a ibu itu didenger banget sama Allah. Kalo lagi kesel sama wina, sumpahin gitu biar wina sukses, hehe.” Lalu mama mulai bercerita, “Waktu kamu mau kuliah di Bandung, mama khawatir banget. Takut kamu kenapa-kenapa. Mama cuma do’a aja supaya Allah lindungi kamu.”
Jlep! Denger hal itu bener-bener membuat aku menyesal. Aku pernah mengeluh karena aku tidak mendapatkan banyak ilmu agama dari ayah dan mama. Aku pernah kesal, karena mama tidak mendukung secara penuh keputusanku untuk menyempurnakan hijabku. Aku bahkan pernah jumawa dan menganggap diriku sudah lebih sempurna ibadahnya dibandingkan mereka. Astaghfirullah!
Padahal…

Aku terhindar dari bahaya ketika di Bandung, karena do’a mama, do’a ayah.
Aku bertemu dengan orang-orang baik, karena do’a mama, do’a ayah.
Aku bisa mendapatkan ilmu agama dari berbagai guru hebat disana, karena do’a mama, do’a ayah.
Aku bisa lebih baik mengenal agama dan Rabb-ku, karena do’a mama, do’a ayah.
Karena mama meminta Allah langsung untuk melindungiku. Karena mama menitipkan aku kepada Allah Yang Maha Menjaga.

Saat mama berkata seperti itu, aku berbisik dalam hati. “Ya Allah, Engkau sedang menegurku, yah? Iyah, ya Allah aku harusnya banyak banyak bersyukur karena Engkau menjadikan mereka sebagai malaikat pelindungku di dunia. Mungkin mereka tidak memberikanku banyak pengetahuan tentang agamaMu, tapi karena do’a mereka lah, petunjuk-petunjuk itu datang padaku.”


Komentar

What's that?

Review Materi bahasa Jerman Kelas X Semester Genap!

Alhamdulillah.. Alhamdulillah.. Alhamdulillah.. Satu tugas besar sudah selesai, sudah berhasil melewatinya dengan alhamdulillah cukup baik. Tinggal melewati tahap selanjutnya dengan tugas dan rintangan yang lebih besar lagi (read: skripsi).  -  - Alhamdulillah.. sejak bulan Februari sampai bulan Mei ini ditugaskan  untuk melaksanakan PPL di SMAN 3 Cimahi. Bener-bener pertama kali harus terjun langsung ngeliat situasi kelas dan karakteristik siswa yang bermacam-macam itu engga pernah kebayang sebelumnya. Bener-bener pengalaman yang berharga banget. Bukan cuma belajar gimana cara mengajar tapi juga mendidik. Gimana kepribadian seorang guru ternyata berpengaruh besar banget dalam proses pendidikan siswa! Setiap harinya harus mikirin metode apa yang cocok untuk diterapin di kelas. Bukan cuma teori! Dan yang paling penting, harus extra sabaaar! :') - - - Pastinya banyak banget yang harus dipelajari lagi untuk layak menjadi guru, bukan cuma masalah administrasinya, te...

#Sudutpandang : Menjadi IBU [Part II]

Hallo! Masih bersama aku dan pikiranku. Dan masih dengan aku yang belum menjadi ibu, hehe. Tapi, pembahasan tentang peran ibu tetap menjadi topik yang menarik perhatianku. Entah mengapa. Aku pernah membahas tentang topik ini sebelumnya, sekitar dua tahun silam. Dan aku ingin menuangkan pikiranku kembali tentang menjadi seorang ibu… tentang wanita yang akhirnya menjadi seorang ibu. Aku memiliki kakak yang telah melahirkan dua orang anak yang lucu dan menggemaskan. Kakakku bekerja sebagai tenaga medis di sebuah rumah sakit. Ya, kakakku berkarir ditengah perannya sebagai seorang ibu. Beberapa berpendapat kurang setuju dengan apa yang dilakukan kakakku. Sempat beberapa kali anak kakakku sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Juga ada anaknya yang (dirasa) tumbuh kembangnya lamban. Kemana sasaran empuk untuk disalahkan? Tentu kakakku, ibu dari anak itu. Mungkin anak itu kurang diperhatikan, mungkin ibunya terlalu sibuk, dan lain sebagainya. Meskipun aku juga sempat mengiyakan ‘teori’...