Suami dan istri.. ayah dan ibu.. kedua peran itu harusnya benar-benar bersinergi untuk bisa membangun sebuah keluarga yang bahagia. Aku mengibaratkan keluarga seperti layaknya sekolah, ibu adalah guru yang memberi teladan dan pendidikan kepada anak-anaknya, bahkan, ibu harus bisa menjadi guru sepanjang hayat. Bukan hanya guru PAUD/TK, SD, SMP atau SMA tapi juga bisa menjadi guru bagi anak-anaknya kelak hingga dewasa. Dan ayah adalah kepala sekolah yang membangun citra diri sekolah dan mengembangkan potensi warga di sekolahnya. Dan, kami.. anak-anak adalah siswa-siswanya yang berusaha mewujudkan mimpi-mimpi melalui ilmu pengetahuan di sekolahnya tersebut. Tapi, bagaimana ya, jika peran-peran penting tersebut tidak dilaksanakan dengan baik? Bukankah hanya akan membangun sekolah dengan citra yang buruk? Dengan siswa-siswa yang memiliki karakter yang buruk pula. Berantakan. Dari yang aku pahami, kontrol terbesar dari karakter dasar seorang anak ada pada ibunya. Ibu yang lembut ...
Hallo, masa depan! Ini adalah kumpulan dari tulisan-tulisanmu berdasarkan sudut pandang kamu di masa lalu. Tertulis sejak usiamu 22 tahun. | Welcome to my blog! Ini adalah catatan pribadi berdasarkan sudut pandang seorang Aku! Semoga bermanfaat.