Saat itu usiaku sekitar 18 tahun. Pertama kalinya jauh dari orang tua, bukan untuk berlibur satu atau dua hari. Aku harus tinggal disana, sendirian, jauh dari rumah, jauh dari orang tua. Satu atau dua bulan pertama, aku selalu menangis karena terlalu sepi disana. Semakin lama aku semakin terbiasa, sendirian dengan diriku sendiri. Dan semakin banyak waktu untuk sendiri memberikanku lebih banyak kesempatan untuk berpikir. Memikirkan banyak hal tentang hidupku. Tentang siapa aku. Tentang masalah-masalah yang terjadi saat itu yang membuka pikiranku akan masalah-masalah yang telah terjadi sejak dulu. Dan akhirnya aku tau, bahwa ada yang salah denganku, dengan keluargaku, dengan pola asuh orang tuaku, dan dengan pola komunikasi kami. Pada masa itu, banyak amarah-amarah yang bermunculan. Memori-memori yang menyesakkan dada mulai timbul kepermukaan seakan-akan itu baru terjadi kemarin. Perasaan marah, benci, dendam dan sedih bercampur jadi satu. Menyesal kenapa tidak ada yang menyadari dan men...
Hallo, masa depan! Ini adalah kumpulan dari tulisan-tulisanmu berdasarkan sudut pandang kamu di masa lalu. Tertulis sejak usiamu 22 tahun. | Welcome to my blog! Ini adalah catatan pribadi berdasarkan sudut pandang seorang Aku! Semoga bermanfaat.