Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

A Journey To Heal | Lesson 1 : Knowing The False

Saat itu usiaku sekitar 18 tahun. Pertama kalinya jauh dari orang tua, bukan untuk berlibur satu atau dua hari. Aku harus tinggal disana, sendirian, jauh dari rumah, jauh dari orang tua. Satu atau dua bulan pertama, aku selalu menangis karena terlalu sepi disana. Semakin lama aku semakin terbiasa, sendirian dengan diriku sendiri. Dan semakin banyak waktu untuk sendiri memberikanku lebih banyak kesempatan untuk berpikir. Memikirkan banyak hal tentang hidupku. Tentang siapa aku. Tentang masalah-masalah yang terjadi saat itu yang membuka pikiranku akan masalah-masalah yang telah terjadi sejak dulu. Dan akhirnya aku tau, bahwa ada yang salah denganku, dengan keluargaku, dengan pola asuh orang tuaku, dan dengan pola komunikasi kami. Pada masa itu, banyak amarah-amarah yang bermunculan. Memori-memori yang menyesakkan dada mulai timbul kepermukaan seakan-akan itu baru terjadi kemarin. Perasaan marah, benci, dendam dan sedih bercampur jadi satu. Menyesal kenapa tidak ada yang menyadari dan men...

A Journey to Find My Self | Where it all began

 ..... Aku masih ingat betul bagaimana situasinya saat itu. Sekitar tahun 2011, aku sedang berjalan di lorong kelas bersama teman-temanku, di lorong yang ramai karena bel istirahat baru berbunyi. Saat itu aku terhubung dengan pikiranku, dengan diriku sendiri, dengan hatiku dan dengan Rabb-ku. Aku berbisik dalam hati, „Jika suatu saat aku mencintai, menyayangi seseorang aku ingin mencintai seseorang yang Allah pun menyetujuinya. Aku tidak ingin mencintai seseorang yang Allah tidak ridho aku mencintainya.“ – lalu aku melanjutkan lagi, „Jika suatu saat aku mencintai seseorang, aku ingin terlebih dahulu mencintai diriku sendiri .“ Aku engga pernah menyangka bahwa kata-kata itu menjadi titik awal dari perjalanan ini. Kalimat ajaib yang mengawali perubahan diriku sampai detik ini. Celetukan dalam hati yang di ijabah oleh Allah. Proses untuk mengenal diri sendiri, untuk mencintai diri  sendiri, dan proses ini masih terus berlangsung. Proses yang sangat panjang.. Proses yang begitu ...

#Sudutpandang : Menjadi IBU [Part II]

Hallo! Masih bersama aku dan pikiranku. Dan masih dengan aku yang belum menjadi ibu, hehe. Tapi, pembahasan tentang peran ibu tetap menjadi topik yang menarik perhatianku. Entah mengapa. Aku pernah membahas tentang topik ini sebelumnya, sekitar dua tahun silam. Dan aku ingin menuangkan pikiranku kembali tentang menjadi seorang ibu… tentang wanita yang akhirnya menjadi seorang ibu. Aku memiliki kakak yang telah melahirkan dua orang anak yang lucu dan menggemaskan. Kakakku bekerja sebagai tenaga medis di sebuah rumah sakit. Ya, kakakku berkarir ditengah perannya sebagai seorang ibu. Beberapa berpendapat kurang setuju dengan apa yang dilakukan kakakku. Sempat beberapa kali anak kakakku sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Juga ada anaknya yang (dirasa) tumbuh kembangnya lamban. Kemana sasaran empuk untuk disalahkan? Tentu kakakku, ibu dari anak itu. Mungkin anak itu kurang diperhatikan, mungkin ibunya terlalu sibuk, dan lain sebagainya. Meskipun aku juga sempat mengiyakan ‘teori’...