Keadaan
kaum Bani Israil setelah peristiwa terbelahnya laut Merah
•••
Kalian
pasti tidak asing dengan kisah mukjizat nabi Musa Alaihisalam yang berkat ijin
Allah dapat membelah laut merah hanya dengan memukulkan tongkatnya ke laut. Hal itu dilakukan untuk menghindari kejaran raja Fir’aun yang sangat kejam.
Ternyata, kisahnya tidak berhenti disitu, dear.
Mari kuberitahu kelanjutan kisahnya berdasarkan sumber yang kubaca (sumber
tertera di bawah tulisan ini) :)
Apa yang terjadi pada Fir’aun serta
pasukannya setelah nabi Musa dan umatnya berhasil melewati laut Merah dengan
selamat?
Allah menceritakan kepada kita
kelanjutan kisahnya melalui firmannya dalam QS. Yunus (10) : 90. Ketika pasukan
Fir’aun berusaha melewati laut Merah itu mengikuti jejak nabi Musa, air laut
itu dengan ijin Allah kembali menyatu dan menenggelamkan Fir’aun bersama
pasukannya. Sehingga ketika Fir’aun hampir tenggelam dia berkata. “Aku percaya bahwa tidak ada tuhan melainkan
Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan aku termasuk orang-orang muslim
(berserah diri).”
Pada ayat selanjutnya Allah berfirman,
“Mengapa baru sekarang (kamu beriman),
padahal sesungguhnya engkau telah durhaka sejak dahulu, dan engkau termasuk
orang yang berbuat kerusakan.” Lalu pada ayat 91, Allah berfirman: “Maka, pada hari ini Kami selamatkan jasadmu
agar engkau dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang setelahmu,
tetai kebanyakan manusia tidak mengindahkan tanda-tanda (kekuasaan) Kami.”
Dear, jadi sesaat sebelum Fir’aun
tenggelam dia mengakui akan kebenaran yang dibawa nabi Musa akan adanya Allah
SWT. Dan atas kuasa Allah, tubuh Fir’aun masih bisa kita lihat di museum Mesir
sebagai bahan pelajaran.
Lalu bagaimana kisah nabi Musa dan
orang-orang Bani Israil selanjutnya, setelah selamat dari kejaran raja Fir’aun?
•••
Nabi
Musa kemudian memerintahkan umatnya, yaitu kaum Bani Israil untuk sujud syukur
kepada Allah yang telah menyelamatkan mereka dari kejaran raja Fir’aun. Namun,
apa yang dikatakan orang-orang Bani Israil itu? Mereka mengatakan, “Sesungguhnya kami letih, wahai Musa. Kami
tidak akan sujud sekarang.”
Astaghfirullah aladzim.. Begitulah sifat
mereka, orang-orang bani Israil, bibit-bibit kaum Yahudi yang lupa akan karunia
Allah yang telah diberikan kepada mereka.
Nabi Musa dan kaumnya, Bani Israil
kemudian berjalan di gurun pasir Sinai yg luas, lalu mereka bertemu dengan
suatu kaum yang menyembah berhala. Lalu mereka berkata, “Wahai Musa, buatlah untuk kami berhala yg dapat kami sembah seperti
berhala mereka.”
Nabi Musa berkata, “Sesungguhnya kalian adalah kaum yg
tidak mengetahui. Kalian keluar dari Mesir karena beriman kepada Allah, sementara sekarang kalian hendak kafir. Apa
kalian lupa mengapa kalian keluar dari Mesir dan disiksa oleh Fir’aun?”
Kemudian nabi Musa menyuruh mereka untuk bertaubat dan memohon ampun.
Lalu Allah mewahyukan kepada Musa agar memerintahkan Bani
Israil masuk ke tanah yg suci di Palestina. Saat itu Palestina diduduki oleh
kaum yg kuat, yaitu kaum Amaliq, sehingga kaum Bani Israil merasa takut kepada
mereka. “Wahai Musa, sesungguhnya kami
tidak akan memasukinya hingga mereka keluar darinya. Jika mereka telah keluar,
pasti kami akan memasukinya.” Rupanya, mereka lagi-lagi lupa bahwa Allah
telah menyelamatkan mereka dari Fir’aun yang lebih menyeramkan dari suku
Amaliq.
Sesungguhnya, kemenangan telah ditentukan bagi mereka atas
musuh-musuh mereka, jika mereka taat kepada Allah dan bertawakal kepada-Nya.
Tetapi, kaum Bani Israil itu bersikeras dan berkata kepada nabi Musa, “Pergilah engkau bersama Tuhanmu dan
berperanglah engkau berdua. Sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja.”
Astaghfirullah *ngelusdada*
Ketika mereka mengatakan itu, nabi Musa marah kepada mereka,
kemudian ia berdo’a kepada Allah. “ Ya Tuhanku, aku tidak menguasai, kecuali
diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu, pisahkanlah antara kamu dan
orang-orang yang fasiq itu.”
Akibatnya,
Allah mengharamkan mereka memasuki Baitul Maqdis dan Palestina selama 40 tahun,
lalu Allah menjadikan mereka tersesat di gurun Sinai yg gersang tanpa air.
Maka, jadilah gurun Sinai itu tanah Tiih (yang menyesatkan). Jika seorang
lelaki Bani Israil berjalan di gurun itu sejak pagi harinya, maka pada sore
harinya ia mendapati dirinya berada di tempat yang sama, di mana ia memulai
perjalanannya. Itu merupakan hukuman bagi mereka atas kedurhakaan mereka. Lama
hukuman mereka di Padang Tiih adalah 40 tahun.
•••
Begitulah
kisah kaum Bani Israil pasca peristiwa terbelahnya laut Merah. Mereka sudah
jelas-jelas melihat secara langsung mukjizat nabi Musa yg merupakan tanda
kekuasaan Allah. Berulangkali Allah memberikan mereka nikmat dan menyelamatkan
mereka dari bahaya. Namun, mereka selalu mengingkarinya dan tidak mau
bersyukur. Semoga kita terhindar dari sifat seperti itu, yaaaah >,<
AAAMIIIN
Sumber : Kisah-Kisah dalam AL-Qur’an oleh
Dr. Hamid Ahmad Ath-Thahir
**) Tidak
dikutip secara penuh. Di adaptasi dengan gaya bahasa penulis.
Komentar
Posting Komentar