Langsung ke konten utama

#NgajiIslam : Sejarah Iblis dan Penciptaan Manusia

Sebelum penciptaan manusia, Allah telah menciptakan jin. Bangsa jin ini tingal di bumi 2.000 tahun sebelum Adam Alaihisalam, manusia pertama diciptakan. Begitu banyak negara dan suku dari bangsa jin. Mereka hidup dan menikah, mereka memiliki keturunan. Allah mengaruniakan kepada mereka kekuatan yang besar. Mereka kuat.. Tetapi, mereka selalu membuat kerusakan di muka bumi. Mereka saling membunuh satu sama lain, menipu dan berbuat curang satu sama lain. Mereka seringkali merampas hak satu sama lain, sehingga Allah mengutus pasukan malaikat untuk memerangi mereka. Pasukan malaikat berperang dengan bangsa jin dan mendesak mereka untuk pindah dari daratan dan hidup di sebuah pulau dalam laut. Maka, kini kerajaan bangsa jin terletak di lautan. Lalu Allah menciptakan manusia untuk menjadi khalifah di Bumi.

Sebelum penciptaan manusia dimulai, terdapat satu kisah yang masih ada kaitannya dengan kejadian penciptaan manusia, yaitu tentang sejarah iblis yang tidak banyak diketahui orang-orang. Musuh nyata bagi seluruh umat manusia.

•••
Iblis dulunya adalah hamba Allah yang paling taat. Dia bekerja bersama malaikat. Malaikat adalah makhluk Allah yang taat, tetapi ketaatan iblis dapat menyaingi malaikat. Iblis bukan termasuk golongan malaikat, ia adalah jin yang terbuat dari api.

Lalu, ketaatan iblis diuji…..

Allah, suatu hari berfirman kepada malaikat, “Aku akan menciptakan makhluk dari tanah.” Lalu, para malaikat bertanya kepada Allah, “Ya Allah, mengapa Engkau menciptakan makhluk yang akan menciptakan pertumpahan darah lagi di bumi? Apakah Engkau tidak senang terhadap kami karena kami memuliakan-Mu?” Allah tidak menjelaskan kepada mereka, karena mereka tidak akan mengerti sampai mereka melihat. Lalu Allah berfirman, “Aku mengetahui apa-apa yang tidak kau ketahui.”

Ketika Allah menciptakan Adam Allaihisalam dan para malaikat mulai membicarakannya. Iblis mulai penasaran dan timbul rasa aneh di hatinya. “Apa yang begitu special dari makhluk yang diciptakan Allah ini?” Pada saat yang sama, perasaan penasaran itu mulai berkembang menjadi rasa iri hati. Kenapa? Karena ia berada pada posisi yang sama derajatnya dengan malaikat, ingin menyenangi Tuhan-Nya.

Allah menciptakan rupa Adam dan membiarkannya. Lalu iblis memperhatikannya dan mulai berpikir, “makhluk ini hanya terbuat dari tanah.” Dia berpikir bahwa manusia adalah makhluk yang lemah. Lalu, iblis berkata “aku lebih baik darimu, kau tidak dapat menjadi lebih baik daripada aku.” Di lain sisi, para malaikat berbicara satu sama lain dan berkata, “Insya Allah, Allah tidak kecewa terhadap kita.”

Inilah salah satu hikmah penciptaan manusia di kala itu, sebagai ujian dari ketaatan para malaikat dan iblis. Kita bisa lihat bagaimana dua makhluk Allah yang berbeda dan sangat taat kepada Allah memiliki respon yang berbeda terhadap keputusan Allah.
Para malaikat merasa rendah diri, takut Allah merasa tidak senang terhadap ibadah mereka, sehingga Allah menciptakan manusia, mereka takut ibadahnya belum sempurna.

Tetapi, iblis…

Rasa iri yang menyelimuti dirinya berubah menjadi sebuah kesombongan.

Lalu Allah meniupkan roh kepada diri Adam Alaihisalam dan membawanya kehadapan para malaikat. Allah berfirman. “Sujudlah kalian kepada Adam.” Sujud disini bukan bentuk dari penghambaan, hanya bentuk dari penghormatan atau respect. Para malaikat bersujud di hadapan Adam tanpa ada keraguan, tetapi, iblis menolak.

Iblis berkata, “aku lebih baik dari dia. Kau ciptakan aku dari api, sedangkan, dia Kau ciptakan dari tanah!” ini adalah bentuk rasisme paling pertama yang pernah terjadi.

Coba, bayangkan, iblis menolak perintah Allah TEPAT DI HADAPAN-NYA!

Mengapa iblis menolak? Sama seperti manusia, ia bisa memilih. Dan dia memilih membiarkan dirinya menjadi sombong, dibandingkan memilih untuk menjadi taat. Dan hal itu menyebabkan dirinya menjadi kafir. “kafir” bukan hanya berarti tidak beriman, tetapi juga bisa berarti penolakan. Iblis menjadi kafir, ia menyembunyikan kebenaran dan menutupinya.

Lalu, Allah bertanya, “Apa kau yakin dengan keputusanmu?” iblis menjawab, “aku yakin.” Allah memberikan kesempatannya lagi dengan menanyakan hal yang sama. Dan iblis tetap bersikukuh pada kesombongannya. Kemudian Allah berfirman, “Aku yang meciptakannya dan Akulah yang memerintahkanmu. Kau telah melanggar perintah-Ku dengan sombong di hadapan-Ku.” Lalu Allah mengutuk iblis ke neraka. Lalu, iblis meminta penangguhan untuk dihidupkan hingga hari kiamat. Dan Allah MENGABULKAN!

Bayangkan, iblis menolak perintah Allah langsung di hadapan-Nya dan masih berani meminta penangguhan. Lalu Allah mengabulkannya! Allah.. Maha Baik, Allah.

Setelah diberi penangguhan, iblis kembali menantang Allah. “demi Kuasa-Mu, demi kekuatan-Mu, aku akan membuat mereka (manusia) semua sesat.” Kata-kata ini, sama saja iblis menantang Allah dengan berkata “aku percaya pada-Mu. Kau lebih kuat daripadaku dan Kau Maha Kuasa, Kau dapat melakukan apa saja, aku tahu itu, tapi apa yang telah Kau ciptakan akan kuhancurkan!” Lalu Allah berfirman, “Silakan, kau menaiki mereka jika kau dapat melakukannya, layaknya menaiki kuda dan mengendalikannya. Dan cobalah sesatkan mereka dengan suaramu.” Lalu Allah melanjutkan, “tetapi, kau tidak mempunyai kekuatan atas hamba-hamba-Ku yang taat.” Dan iblis berkata, “baiklah, aku akan membuat mereka semua tersesat, kecuali hamba-hamba-Mu yang taat.”

Dear, itulah satu-satunya jenis manusia yang tidak bisa disesatkan oleh iblis, yaitu manusia yang taat kepada Allah dan terdapat ikhlas dalam hatinya.

Semoga kita bisa mengambil hikmah dari kisah ini, ya dear.. kita harus semakin yakin bahwa iblis/setan adalah mush nyata untuk kita, dan bahwa pertolongan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang taat sangat dekat.

Ya Allah, jauhkan rasa iri, dengki dan kesombongan seperti sifat iblis dalam diri kami ya Allah, jadikanlah kami termasuk golongan hamba-hamba-Mu yang taat dan mendapatkan rahmat-Mu ya Allah, bukan murka-Mu. AAMIIN.

Sumber : The Merciful Servant Video on Youtube

Baca juga : QS. AL-Araf (7) : 11 – 29


Komentar

What's that?

Review Materi bahasa Jerman Kelas X Semester Genap!

Alhamdulillah.. Alhamdulillah.. Alhamdulillah.. Satu tugas besar sudah selesai, sudah berhasil melewatinya dengan alhamdulillah cukup baik. Tinggal melewati tahap selanjutnya dengan tugas dan rintangan yang lebih besar lagi (read: skripsi).  -  - Alhamdulillah.. sejak bulan Februari sampai bulan Mei ini ditugaskan  untuk melaksanakan PPL di SMAN 3 Cimahi. Bener-bener pertama kali harus terjun langsung ngeliat situasi kelas dan karakteristik siswa yang bermacam-macam itu engga pernah kebayang sebelumnya. Bener-bener pengalaman yang berharga banget. Bukan cuma belajar gimana cara mengajar tapi juga mendidik. Gimana kepribadian seorang guru ternyata berpengaruh besar banget dalam proses pendidikan siswa! Setiap harinya harus mikirin metode apa yang cocok untuk diterapin di kelas. Bukan cuma teori! Dan yang paling penting, harus extra sabaaar! :') - - - Pastinya banyak banget yang harus dipelajari lagi untuk layak menjadi guru, bukan cuma masalah administrasinya, te...

#Sepenggalcerita : Do'a Mama

Duluu sekali, ketika pertama kali aku memutuskankan untuk membenahi penampilanku dengan hijab, pernah terbesit di pikiranku, “Seandainya dulu mama sama ayah mewajibkan aku berkerudung dari kecil, mungkin ngga akan seberat ini untuk menyempurnakan hijabku.” Pernah ada sesal. Tapi kemudian bersyukur. Aku bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk akhirnya menyadari hal ini. Selama empat tahun aku merantau ke Bandung dan disanalah perjalanan spiritualku dimulai. Aku seakan diasingkan dari keluargaku, teman-temanku dan dari 'habits' ku dulu untuk memulai langkah baru dengan pandangan baru, petualangan baru dan orang-orang baru. Aku seperti gelas kosong yang akan diisi dengan air sedikit demi sedikit. Aku belajar banyak. Mindsetku mulai berubah. Cara pandangku tentang hidup ini juga berubah. Ilmu agama, ilmu tentang kehidupan aku dapatkan disana. Ilmu-ilmu yang mungkin tidak pernah kudapatkan dari mama dan ayah. Nasehat-nasehat yang mungkin juga tidak pernah diuc...

#Sudutpandang : Menjadi IBU [Part II]

Hallo! Masih bersama aku dan pikiranku. Dan masih dengan aku yang belum menjadi ibu, hehe. Tapi, pembahasan tentang peran ibu tetap menjadi topik yang menarik perhatianku. Entah mengapa. Aku pernah membahas tentang topik ini sebelumnya, sekitar dua tahun silam. Dan aku ingin menuangkan pikiranku kembali tentang menjadi seorang ibu… tentang wanita yang akhirnya menjadi seorang ibu. Aku memiliki kakak yang telah melahirkan dua orang anak yang lucu dan menggemaskan. Kakakku bekerja sebagai tenaga medis di sebuah rumah sakit. Ya, kakakku berkarir ditengah perannya sebagai seorang ibu. Beberapa berpendapat kurang setuju dengan apa yang dilakukan kakakku. Sempat beberapa kali anak kakakku sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Juga ada anaknya yang (dirasa) tumbuh kembangnya lamban. Kemana sasaran empuk untuk disalahkan? Tentu kakakku, ibu dari anak itu. Mungkin anak itu kurang diperhatikan, mungkin ibunya terlalu sibuk, dan lain sebagainya. Meskipun aku juga sempat mengiyakan ‘teori’...