Sebelum penciptaan manusia, Allah telah menciptakan jin. Bangsa
jin ini tingal di bumi 2.000 tahun sebelum Adam Alaihisalam, manusia pertama
diciptakan. Begitu banyak negara dan suku dari bangsa jin. Mereka hidup dan
menikah, mereka memiliki keturunan. Allah mengaruniakan kepada mereka kekuatan
yang besar. Mereka kuat.. Tetapi, mereka selalu membuat kerusakan di muka bumi.
Mereka saling membunuh satu sama lain, menipu dan berbuat curang satu sama
lain. Mereka seringkali merampas hak satu sama lain, sehingga Allah mengutus
pasukan malaikat untuk memerangi mereka. Pasukan malaikat berperang dengan
bangsa jin dan mendesak mereka untuk pindah dari daratan dan hidup di sebuah
pulau dalam laut. Maka, kini kerajaan bangsa jin terletak di lautan. Lalu Allah
menciptakan manusia untuk menjadi khalifah di Bumi.
Sebelum penciptaan manusia dimulai, terdapat satu kisah yang
masih ada kaitannya dengan kejadian penciptaan manusia, yaitu tentang sejarah
iblis yang tidak banyak diketahui orang-orang. Musuh nyata bagi seluruh umat
manusia.
•••
Iblis dulunya adalah hamba Allah yang paling taat. Dia bekerja bersama
malaikat. Malaikat adalah makhluk Allah yang taat, tetapi ketaatan iblis dapat
menyaingi malaikat. Iblis bukan termasuk golongan malaikat, ia adalah jin yang
terbuat dari api.
Lalu, ketaatan iblis diuji…..
Allah, suatu hari berfirman kepada malaikat, “Aku akan menciptakan
makhluk dari tanah.” Lalu, para malaikat bertanya kepada Allah, “Ya Allah,
mengapa Engkau menciptakan makhluk yang akan menciptakan pertumpahan darah lagi
di bumi? Apakah Engkau tidak senang terhadap kami karena kami memuliakan-Mu?”
Allah tidak menjelaskan kepada mereka, karena mereka tidak akan mengerti sampai
mereka melihat. Lalu Allah berfirman, “Aku mengetahui apa-apa yang tidak kau
ketahui.”
Ketika Allah menciptakan Adam Allaihisalam dan para malaikat mulai
membicarakannya. Iblis mulai penasaran dan timbul rasa aneh di hatinya. “Apa
yang begitu special dari makhluk yang diciptakan Allah ini?” Pada saat yang
sama, perasaan penasaran itu mulai berkembang menjadi rasa iri hati. Kenapa?
Karena ia berada pada posisi yang sama derajatnya dengan malaikat, ingin
menyenangi Tuhan-Nya.
Allah menciptakan rupa Adam dan membiarkannya. Lalu iblis
memperhatikannya dan mulai berpikir, “makhluk ini hanya terbuat dari tanah.”
Dia berpikir bahwa manusia adalah makhluk yang lemah. Lalu, iblis berkata “aku
lebih baik darimu, kau tidak dapat menjadi lebih baik daripada aku.” Di lain
sisi, para malaikat berbicara satu sama lain dan berkata, “Insya Allah, Allah
tidak kecewa terhadap kita.”
Inilah salah satu hikmah penciptaan manusia di kala itu, sebagai ujian
dari ketaatan para malaikat dan iblis. Kita bisa lihat bagaimana dua makhluk
Allah yang berbeda dan sangat taat kepada Allah memiliki respon yang berbeda
terhadap keputusan Allah.
Para malaikat merasa rendah diri, takut Allah merasa tidak senang
terhadap ibadah mereka, sehingga Allah menciptakan manusia, mereka takut ibadahnya
belum sempurna.
Tetapi, iblis…
Rasa iri yang menyelimuti dirinya
berubah menjadi sebuah kesombongan.
Lalu Allah meniupkan roh kepada diri Adam Alaihisalam dan membawanya
kehadapan para malaikat. Allah berfirman. “Sujudlah kalian kepada Adam.” Sujud
disini bukan bentuk dari penghambaan, hanya bentuk dari penghormatan atau
respect. Para malaikat bersujud di hadapan Adam tanpa ada keraguan, tetapi,
iblis menolak.
Iblis berkata, “aku
lebih baik dari dia. Kau ciptakan aku dari api, sedangkan, dia Kau ciptakan
dari tanah!” ini adalah bentuk rasisme paling pertama yang pernah
terjadi.
Coba, bayangkan, iblis menolak perintah Allah TEPAT DI HADAPAN-NYA!
Mengapa iblis menolak? Sama seperti manusia, ia bisa memilih. Dan dia
memilih membiarkan dirinya menjadi sombong, dibandingkan memilih untuk menjadi
taat. Dan hal itu menyebabkan dirinya menjadi kafir. “kafir” bukan hanya
berarti tidak beriman, tetapi juga bisa berarti penolakan. Iblis menjadi kafir,
ia menyembunyikan kebenaran dan menutupinya.
Lalu, Allah bertanya, “Apa kau yakin dengan keputusanmu?” iblis
menjawab, “aku yakin.” Allah memberikan kesempatannya lagi dengan menanyakan
hal yang sama. Dan iblis tetap bersikukuh pada kesombongannya. Kemudian Allah
berfirman, “Aku yang meciptakannya dan Akulah yang memerintahkanmu. Kau telah
melanggar perintah-Ku dengan sombong di hadapan-Ku.” Lalu Allah mengutuk iblis
ke neraka. Lalu, iblis meminta penangguhan untuk dihidupkan hingga hari kiamat.
Dan Allah MENGABULKAN!
Bayangkan, iblis menolak perintah Allah langsung di hadapan-Nya dan
masih berani meminta penangguhan. Lalu Allah mengabulkannya! Allah.. Maha Baik,
Allah.
Setelah diberi penangguhan, iblis kembali menantang Allah. “demi
Kuasa-Mu, demi kekuatan-Mu, aku akan membuat mereka (manusia) semua sesat.”
Kata-kata ini, sama saja iblis menantang Allah dengan berkata “aku percaya
pada-Mu. Kau lebih kuat daripadaku dan Kau Maha Kuasa, Kau dapat melakukan apa
saja, aku tahu itu, tapi apa yang telah Kau ciptakan akan kuhancurkan!” Lalu
Allah berfirman, “Silakan, kau menaiki mereka jika kau dapat melakukannya,
layaknya menaiki kuda dan mengendalikannya. Dan cobalah sesatkan mereka dengan
suaramu.” Lalu Allah melanjutkan, “tetapi, kau tidak mempunyai kekuatan atas
hamba-hamba-Ku yang taat.” Dan iblis berkata, “baiklah, aku akan membuat mereka
semua tersesat, kecuali hamba-hamba-Mu yang taat.”
Dear, itulah satu-satunya jenis manusia yang tidak bisa disesatkan oleh
iblis, yaitu manusia yang taat kepada Allah dan terdapat ikhlas dalam hatinya.
Semoga kita bisa mengambil hikmah dari kisah ini, ya dear.. kita harus
semakin yakin bahwa iblis/setan adalah mush nyata untuk kita, dan bahwa pertolongan
Allah kepada hamba-hamba-Nya yang taat sangat dekat.
Ya Allah, jauhkan rasa iri, dengki dan kesombongan seperti sifat iblis
dalam diri kami ya Allah, jadikanlah kami termasuk golongan hamba-hamba-Mu yang
taat dan mendapatkan rahmat-Mu ya Allah, bukan murka-Mu. AAMIIN.
Sumber : The
Merciful Servant Video on Youtube
Baca
juga : QS. AL-Araf (7) : 11 – 29
Komentar
Posting Komentar